Belajar dari UNESCO Global Geopark Maros – Pangkep, Disbudpar Sulsel : Kuncinya Kolaborasi.

Belajar dari UNESCO Global Geopark Maros – Pangkep, Disbudpar Sulsel : Kuncinya Kolaborasi.

Maros. Geopark Maros Pangkep di Provinsi Sulawesi Selatan yang telah memperoleh status Unesco Global Geopark secara resmi pada Tahun 2023 memiliki sejarah yang cukup panjang sejak diresmikan sebagai Geopark Nasional pada tahun 2017.
Pada tanggal 24 November 2017, Geopark Maros Pangkep resmi ditetapkan sebagai Taman Bumi Nasional oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Setelah penetapan nasional tersebut, dibentuklah Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep.
Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) mengajukan surat permohonan agar Geopark Maros-Pangkep masuk dalam jaringan UNESCO Global Geoparks pada 2 Agustus 2020. Hingga kemudian Tim asesor dari UNESCO Global Geoparks melakukan penilaian langsung ke lokasi pada 15-18 Juni 2022, meninjau beberapa geosite (situs geologi).
Pada 4 September 2022, melalui rapat dewan UNESCO Global Geoparks di Satun, Thailand, diumumkan bahwa Taman Bumi Maros-Pangkep telah menjadi UNESCO Global Geopark sampai akhirnya Penetapan resmi Geopark Maros-Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark dilaksanakan pada sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis, pada 24 Mei 2023.
Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata, Takdir, beserta Ibrahim, JF pada Disbudpar Sulsel yang juga tim Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep menjelaskan bahwa dalam memperjuangkan status Geopark Maros Pangkep hingga ditetapkan sebagai salah satu jejaring Geopark dunia oleh UNESCO adalah dengan kata kunci kolaborasi. Dengan adanya kolaborasi berbagai pihak maka proses menuju UGG dan dalam menjaga keberlanjutan sebagai Global Geopark dapat terus menjadi “bahan bakar” sehingga dapat memberikan impact yang baik utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Demikian pula bagaimana perlakuan terhadap keberlangsungan Unesco Global Geopark Meratus di Kalimantan Selatan. Tentu perlu selalu diperkuat dengan kolaborasi dan rasa memiliki oleh seluruh stakeholder terkait dan termasuk seluruh masyarakat banua. Karena dengan rasa memiliki itulah akan tercipta kebersamaan dan Kesatuan tekad untuk menjaga Meratus yang merupakan warisan kepada anak cucu.

Berpetualang di Rammang-Rammang
Rombongan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan juga diajak untuk menikmati keindahan alam pada Geopark Maros Pangkep dengan mengunjungi salah satu site nya yaitu Rammang-Rammang.
Seluruh kawasan geosite rammang-rammang tersusun oleh perbukitan kars. Adapun gejala geologi lain yang diumpai di kawasan ini ialah gua berlian, kingkong stone dan padang amarrung .
Keberagaman biota yang dijumpai berupa bakau yang tumbuh di sepanjang sungai menuju kampung kars. Selain itu fauna yang dijumpai ialah beberapa jenis aves dan ikan. Dijumpai pula macaca maura.
Budaya yang masih dipegang oleh masyarakat kawasan Rammang-rammang ialah “mallopi” atau naik perahu. Hal ini dikarenakan kawasan ini juga dikelilingi oleh sungai yang disebut Sungai Pute’ yang menjadi jalur transportasi bagi masyarakat.

Post Comment