Hadiri The 21st BIMP-EAGA Tourism Cluster Meeting, Dispar Kalsel siap Wujudkan BIMP-EAGA Vision 2035

Hadiri The 21st BIMP-EAGA Tourism Cluster Meeting, Dispar Kalsel siap Wujudkan BIMP-EAGA Vision 2035

Makassar. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, M.Pd melalui Bidang Pemasaran Pariwisata diwakili oleh Kepala Seksi Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata, Abdul Karim Zaidan, M.Pd. menghadiri kegiatan Pertemuan the 21st BIMP-EAGA Tourism Cluster Meeting di Makassar, pada 21-23 Agustus 2025 lalu.

Pertemuan-pertemuan ini akan membahas mengenai kerja sama pariwisata BIMP-EAGA, program-program yang akan dijalankan, maupun yang sudah dijalankan, serta konsep kerja sama BIMP- EAGA Tourism Village Network.

Seperti diketahui BIMP-EAGA adalah singkatan dari Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area, sebuah inisiatif kerja sama ekonomi subregional di Asia Tenggara yang didirikan pada tahun 1994 untuk mendorong pembangunan dan integrasi ekonomi di wilayah yang perlu dikembangkan di setiap Negara Anggota, dengan fokus pada peningkatan perdagangan, pariwisata, investasi, dan pemanfaatan sumber daya alam.

Adapun wilayah Anggota BIMP-EAGA terdiri dari Brunei Darussalam, Indonesia yang mencakup 18 Provinsi di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, Malaysia meliputi Sabah dan Sarawak serta Negara Filipina di kawasan Mindanao dan Palawan.

Sebelumnya negara-negara anggota para pimpinan negara telah menyepakati BIMP-EAGA Vision 2035
pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BIMP-EAGA ke-16 di Malaysia, 27 Mei 2025. Pariwisata menjadi salah satu Pilar dalam BIMP-EAGA Vision 2035 yaitu “seamless travel and sustainable tourism destination“. Yaitu perjalanan tanpa hambatan (seamless travel) dan destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

Pada kesempatan berbeda, Zaidan mengungkapkan bahwa dalam pertemuan ini Indonesia memiliki kepentingan dalam membawa konsep jaringan desa wisata di BIMP-EAGA, yakni BIMP-EAGA Tourism Village Network, yang secara umum juga sudah disepakati negara- negara anggota lainnya. IMP-EAGA Tourism Village Network yang merupakan inisiasi Kemenparekraf yang bertujuan dalam mengangkat desa wisata menjadi suatu destinasi unggulan di Kawasan BIMP-EAGA berdasarkan pariwisata berbasis komunitas, serta berkorelasi dengan pilar ke-empat BIMP- EAGA Pariwisata, yakni promote coordinated approaches to nature, culture and heritage management.

Selain itu ada pula konsep Geopark Collaboration yang merupakan Inisiasi BIMP untuk meningkatkan kerja sama manajemen atau pengelolaan geopark di masing-masing negara. Apalagi dengan status Geopark Meratus yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark, maka konsep ini sangat terbuka untuk diterapkan dalam meningkatkan sektor kepariwisataan Kalimantan Selatan secara global.

Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik pertemuan ini karena semakin membuka lebar kesempatan untuk melakukan kerjasama dengan negara lain. Melalui proses ini harapan untuk semakin meningkatnya kunjungan wisatawan dari dalam maupun khususnya luar negeri akan terwujud, dengan demikian diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomis kepada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kalimantan Selatan yang dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat.

Post Comment