Pokdarwis 13 Kab/Kota Belajar ke Desa Wisata Pujon Kidul

Pokdarwis 13 Kab/Kota Belajar ke Desa Wisata Pujon Kidul

Batu. Perwakilan Kelompok Sadar Wisata dari 13 Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan ajak belajar dan melihat keberhasilan Desa Wisata Pujon Kidul, Kab. Batu, Provinsi Jawa Timur dalam mengelola Desa Wisata yang menjadi Desa Wisata Terbaik di Provinsi Jawa Timur.

Rombongan diterima langsung oleh Bapak M. Ismail Mahfudz Said. S.M. Kepala Desa Pujon Kidul di Aula Pertemuan Desa Pujon Kidul. Dalam pertemuan ini beliau menceritakan sejarah perkembangan dan keberhasilan Desa Wisata Pujon Kidul menjadi salah satu Desa Wisata terbaik di Jawa Timur.

Pada mulanya di Desa ini dibentuk Pokdarwis pada tahun 2011 setelah melihat potensi desa ini dari sisi pertanian dan peternakan. Ketika itu tentu saja hanya bermodalkan tekad dan keinginan untuk memajukan desa meskipun saat itu dana desa belum begitu besar.

Dengan potensi dibidang pertanian dan peternakan, Pokdarwis Desa Pujon Kidul menggarap wisata edukasi tata cara bertani, berkebun serta beternak sapi. Hal-hal yang sebenarnya memang menjadi keseharian dan mata pencaharian warga desanya.

Perkembangan pariwisata di desa ini akhirnya menarik minat perbankan anggota Himbara untuk memberikan CSR berupa balai tani, sebagai tempat para petani disini untuk saling bertukar informasi. Dari balai tani ini kemudian berkembang menjadi tempat berjualan kopi. Warung kopi untuk para petani yang “rapat” di Balai Tani ini kemudian pada akhirnya berubah menjadi Cafe Sawah yang meledak di viral di media sosial pada tahun 2017 berkat penataan dan pemandangan persawahannya di lereng perbukitan Kabupaten Batu itu.

Perkembangan Desa Wisata ini menjadi semakin baik setelah disahkannya UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan desa-desa mendapat dana anggaran yang lumayan besar sejak tahun 2014 itu. Penataan Desa Wisata Pujon Kidul semakin masif dengan tetap mempertahankan tema utamanya yaitu pertanian dan peternakan.

Pada akhirnya kemudian Desa ini membentuk BUMDes yang berfokus pada Pariwisata dan Pokdarwis menjadi bagian dari BUMDes ini sebagai pengelolanya. Salah satu destinasi unggulannya adalah Cafe Sawah dengan tiket masuk seharga Rp 15.000,- dengan di bundling voucer belanja seharga Rp 5.000,-.

Berdasarkan data terakhir dengan Tamu sebanyak 205.241 orang, yang menukarkan voucher belanjanya berjumlah 204.386 yang berarti menghasilkan Rp 1,021,930,000 penghasilan bagi masyarakatnya.

Meskipun saat ini sudah berkembang, Kades Pujon Kidul juga menceritakan beberapa tantangan dalam membangun desa wisata ini pada masa awalnya. Yang paling utama tentu saja bagaimana mematahkan skeptisme warga akan manfaat pariwisata dalam meningkatkan perekonomian warga sendiri. Selain itu juga dengan keterbatasan infrastruktur, fasilitas minim dan dana yang terbatas.

Namun dengan kolaborasi berbagai pihak seperti Pemerintah Desa sebagai pembina, fasilitator dan pendukung utama pokdarwis, serta dukungan pemerintah melalui pembinaan berkelanjutan, fasilitasi regulasi dan akses pendanaan.

Saat ini Desa Pujon Kidul telah meraih keberhasilan dan menjawab semua skeptisme awal. Dengan wisatawan yang meningkat maka perekonomian warga juga meningkat, baik melalui home stay, toko oleh-oleh yang tumbuh pesat. Pengangguran menurun, urbanisasi tertahan karena terbukanya lapangan pekerjaan.

Kolaborasi dengan berbagai pihak juga berjalan dengan baik, seperti dengan Gapoktan yang turut terlibat dalam edukasi pengolahan bahan susu, juga berhasil menciptakan pemberdayaan perempuan melalui program One RT one Produk yang pembiayaannya adalah murni dari Pendapatan Asli Desa.

Cafe Sawah yang jadi destinasi unggulan telah menghasilkan omset sebesar > 4 Miliar rupiah dengan beragam produk desa yang juga diperjual belikan seperti Batik, Olahan Susu dan Pupuk Organik berhasil menjadi sumber ekonomi masyarkat. Setiap tahun Pokdarwis juga menyelenggarakan event Warung Oblik pada saat HUT Desa Pujon Kidul sehingga jadi salah satu event yang menarik bagi wisatawan.

Dalam penutupnya Kades menyampaikan pentingnya penggunaan media sosial untuk menjaga keberlanjutan Desa Wisata Pujon Kidul. Karena media sosial merupakan media pemasaran yang murah namun cukup efektif dan memiliki jangkauan luas.

Dinas Pariwisata mengapresiasi sharing knowledge dari Kepala Desa Pujon Kidul ini dan diharapkan dapat jadi inspirasi serta motivasi bagi Pokdarwis-pokdarwis di Kalimantan Selatan setelah melihat bukti nyata bahwa Pariwisata dapat menopang perekonomian masyarakat desa.

Post Comment