Tapakan Tarbang jadi pembuka South Kalimantan Tourism Islamic Fair

Tapakan Tarbang jadi pembuka South Kalimantan Tourism Islamic Fair

Banjarmasin. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata menggelar South Kalimantan Tourism Islamic Fair pertama kalinya pada tahun 2025 ini. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah, Muhammad Syarifuddin, M.Pd didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Iwan Fitriady, S.H.,M.H.

Kegiatan ini sangat penting sebagai pengejawantahan dari Misi ke-3 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan 2025-2030 yaitu Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkelanjutan, Merata, dan Syariah.

Dilansir dari MC Kalsel Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengatakan bahwa Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata religi. Potensi tersebut meliputi sejarah ulama besar Banjar, kekayaan budaya lokal bernapaskan Islam, hingga tradisi masyarakat yang sudah mengakar kuat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkenalkan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat luas, sekaligus memperteguh identitas daerah sebagai destinasi wisata religi Nusantara,” kata Syarifuddin saat membuka kegiatan tersebut di Banjarmasin, Kamis (20/11/2025) sore.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing, dengan tetap memperhatikan kearifan lokal serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat lahir inovasi-inovasi baru, mulai dari produk UMKM halal yang semakin dikenal, kreativitas generasi muda yang berkembang, hingga kolaborasi lintas komunitas yang semakin kuat dalam memajukan wisata religi dan perekonomian Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Kalsel, Iwan Fitriady, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kalsel, H. Muhidin, serta Ketua DWP Kalsel. Ia menambahkan, acara ini merupakan yang pertama kali digelar oleh Dispar Kalsel.

“Tujuan utama kegiatan ini tentunya untuk meningkatkan daya tarik wisata Islami dan budaya lokal, memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku wisata, komunitas, dan masyarakat, serta menghadirkan event yang mampu memperkuat branding wisata religi Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” tegasnya.

Post Comment